Jumat, 07 Desember 2018

GROUP PRODUK TARBAWI DAN FOBIA POLITIK


1. Produk Tarbawi
Tarbiyah adalah proses membangun peradaban, proses create dan kaderisasi pribadi, keluarga, hingga terbentuk Ustadziyaatul ‘aalam. Guru ditarbiyah disebut sebagai Murobbi karena fungsinya bukan hanya meningkatkan wawasanà(Ustad), namun juga mempunyai 3 tupoksi lagi yang sangat penting.
Murobbi menjadi teman curhat, membantu menyelesaikan masalah, menjadi orang yang selalu sigap memperhatikan Mutarobbinya agar mereka selalu senang dekat dengan sang kholik, selalu tumbuh dan berkembang memancarkan kemaslahatan dilingkungannyaà (Walid)
Murobbi menjadi guide dan GPS ketika mutarobbi bimbang dalam mengambil keputusan, namun tetap memberikan ruang untuk ber ijtihad pribadià (Qaid)
Murobbi dituntut bukan hanya berinteraksi sacara jasad dan fikriyah, namun jauh lebih dalam dari itu murobbi berinteraksi secara ruh, menyentuh hati, memperkokoh jiwa, membayangkan wajah wajahnya saat doa rabithah agar para mutarobbi selalu istiqomah dalam barisan dakwah inià (Syekh).
Kita adalaha produk tarbawi, kita merasakan manisnya lingkaran kecil itu....
Kita adalah produk tarbawi, kita tersentuh dengan cinta tulus murobbi itu....
Kita adalah produk tarbawi, kita rindu dengan moment perjuangan kampus itu...
Ini adalah entitas homogen karena mayoritas dihuni oleh produk tarbawi, mari kita berdiskusi politik dengan adab islami, karena politik adalah bagian dari tarbiyah dan kita sudah selesai dengan pembahasan al-hizbu huwal-jama’ah wal-jama’ah hiyal hizb’.  


2. Fobia Politik
Kata fobia ini mungkin yang membuat beberapa orang Illfeel. phobia is an extreme fear or dislike of a particular thing or situation. Perasaan khawatir dan takut yang berlebihan jika group bahas politik ukhuwah akan rusak, debat kusir, sakit hati dsb. Padahal politik itu tools jamaah agar bisa berkontribusi lebih banyak,  dan kita berdiskusi di group produk tarbawi.
Fobia itu perlu pada isu politik yang destruktif dan isu politik yang disampaikan dengan Amoral. Yang membuat ukuwah retak bukan politiknya, namun isu value destruktif dan penyampaian dengan Amoralnya. Kedua hal ini bukan hanya mendegradasi nilai luhur politik, namun juga bertentangan  dengan esensi agama/dakwah (16:125). Kita dukung isu politik Konstruktif dan kita hentikan politik Destruktif.
Contoh Isu Politik Konstruktif
- PKS Janjikan SIM seumur hidup
- PKS Janjikan Bebas pajak motor
- Kader PKS selamatkan 8 Sandra Trans Papua

Contoh Isu Politik Destruktif
- Mendefinisikan GARBI sebagai GARBage of tarbawI

Kesimpulan
Peak dari tulisan ini adalah politik itu bagus, tools tarbiyah untuk melayani, boleh didiskusikan terlebih ini group PRODUK TARBAWI, yang bikin jelek adalah Value destruktif dan cara penyampaian yang Amoralnya.

Arifin, MZ (07/12/2018)