Rabu, 29 Januari 2014

Antara Rupiah dan Ruhiyah



"Antara Rupiah dan Ruhiyah"

 

      Saudaraku yang dirahmati Allah, kadang kita merasa gersang ketika kita melaksanakan shalat, Tilawah dan ibadah semacamnya, tidak sesemangat ketika kita mengerjakan proyek bernilai rupiah besar, sesemangat bekerja dipagi nan gelap untuk mengejar target bisnis besar, atau apapun yang berhubungan dengan rupiah. Sesungguhnya Allah tidak memisahkan keduanya dalam penilaian disisinya, Allah Ber firman : “ Pada hari ketika harta dan anak anak tidak berguna kecuali orang orang yang menghadap Allah  dengan hati yang bersih” (QS 26 :88-89) Rasulullah Bersabda “ Allah tidak melihat penampilanmu dan fisikmu tetapi yang Allah lihat  adalah hatimu” (HR. Muslim no. 4651)

     Allah menilai keseluruhan hidup kita baik ketika sedang berbisnis , berpolitik , shalat, tilawah, berolahrga atau sedang apapun dan kesemuanya bersumber pada hati, hati yang bersih atau yang kotor. jika hati bersih maka semuanya menjadi baik dan efektif jika hati kotor  maka semuanya menjadi buruk dan merusak, ketika berbisnis, berpolitik, berdagang, mengajar  dsb maka ruhiyah kita tetap terjaga niat dan cara kita tetap konsisiten denga orientasi akhirat, begitu pula ketika shalat, shaum , tilawah dsb. Ruhiyah mewakili keimanan rupiah mewakikli materialisme, keduanya  senantiasa bertempur berebut pengaruh di ajang sarana aktivitas ibadah mahdhoh maupun ibadah umum, atau dalam seluruh lapangan kehidupan, siapa pemenangnya? Allah Berfirman “ Beruntunglah orang yang senantiasa  membersihkan jiwanya dan sungguh merugi orang yang mengotorinya”(QS 91 :9-10).
(Taujih Pekanan Kader Dakwah ke - 1)