"Antara Rupiah dan Ruhiyah"
Saudaraku yang dirahmati Allah, kadang kita merasa gersang
ketika kita melaksanakan shalat, Tilawah dan ibadah semacamnya, tidak
sesemangat ketika kita mengerjakan proyek bernilai rupiah besar, sesemangat
bekerja dipagi nan gelap untuk mengejar target bisnis besar, atau apapun yang
berhubungan dengan rupiah. Sesungguhnya Allah tidak memisahkan keduanya dalam
penilaian disisinya, Allah Ber firman : “ Pada
hari ketika harta dan anak anak tidak berguna kecuali orang orang yang menghadap
Allah dengan hati yang bersih” (QS
26 :88-89) Rasulullah Bersabda “ Allah
tidak melihat penampilanmu dan fisikmu tetapi yang Allah lihat adalah hatimu” (HR. Muslim no. 4651)
Allah menilai keseluruhan hidup kita baik ketika sedang
berbisnis , berpolitik , shalat, tilawah, berolahrga atau sedang apapun dan
kesemuanya bersumber pada hati, hati yang bersih atau yang kotor. jika hati
bersih maka semuanya menjadi baik dan efektif jika hati kotor maka semuanya menjadi buruk dan merusak,
ketika berbisnis, berpolitik, berdagang, mengajar dsb maka ruhiyah kita tetap terjaga niat dan
cara kita tetap konsisiten denga orientasi akhirat, begitu pula ketika shalat,
shaum , tilawah dsb. Ruhiyah mewakili keimanan rupiah mewakikli materialisme,
keduanya senantiasa bertempur berebut
pengaruh di ajang sarana aktivitas ibadah mahdhoh maupun ibadah umum, atau
dalam seluruh lapangan kehidupan, siapa pemenangnya? Allah Berfirman “ Beruntunglah orang yang senantiasa membersihkan jiwanya dan sungguh merugi orang
yang mengotorinya”(QS 91 :9-10).
(Taujih Pekanan Kader Dakwah ke - 1)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar